Kelemahan Aspek Manajemen Pemasaran

Kelemahan aspek manajemen pemasaran ini dikarena usaha kecil:

1) Hanya memasarkan produk ke satu pasar
Banyak pengusaha kecil yang menjual produk yang dihasilkannya hanya ke satu pasar tertentu. Hal ini sangat berbahaya untuk kelangsungan hidup usahanya. Pada saat pasar tersebut tidak lagi menerima produk yang dihasilkan oleh pengusaha kecil tertentu dengan berbagai alasan, misalnya mereka mendapatkan sumber produk lain yang lebih murah, lebih baik kualitasnya, atau lebih fleksibel pembayarannya, atau karena alasan lainnya, maka secara sepihak pasar tersebut akan menghentikan pesanan dari pengusaha kecil yang bersangkutan.

2) Kelemahan riset pemasaran
Riset pemasaran merupakan suatu aktivitas yang sangat diperlukan oleh pengusaha. Berbagai informasi penting dapat diperoleh perusahaan melalui riset ini. Riset pemasaran yang dilakukan dapat memberikan informasi tentang barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen. Riset pemasaran dapat memberikan informasi tentang perilaku konsumen di daerah tertentu, daya beli konsumen, strategi pesaing, dan lain-lain.

Sebuah riset pemasaran memerlukan anggaran yang cukup besar, sumber daya manusia yang tepat, serta waktu yang relatif longgar sesuai dengan kebutuhannya. Hal-hal seperti itulah yang mengakibatkan usaha kecil sering mengabaikan arti pentingnya riset pemasaran. Mereka langsung mengambil keputusan tanpa melakukan riset pemasaran terlebih dahulu. Banyak kerugian yang akhirnya dialami usaha kecil karena mengabaikan riset pemasaran ini.

3) Terlalu mudah menjual secara kredit
Pada garis besarnya penjualan produk yang dihasilkan usaha kecil kepada konsumen dapat diklasifikasikan menjadi 2 sistem pembayaran. Yang pertama, sistem pembayaran tunai, yaitu uang pembayaran dari konsumen diterima oleh pengusaha kecil sesaat setelah atau bersamaan dengan penyerahan produk yang diperjualbelikan. Yang kedua, sistem pembayar an secara kredit, yaitu produk diserahkan terlebih dahulu kepada konsumen sedangkan pembayaran akan diterima usaha kecil pada waktu yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak.

Masalah akan ditemui oleh pengusaha kecil pada saat menjual produk secara kredit, jika menemukan beberapa situasi di bawah ini:
> Pembayaran dari konsumen mundur dari jadwal yang sudah disepakati sebelumnya.
> Modal yang dimiliki oleh usaha kecil terbatas, sehingga dengan menjual secara kredit dapat menimbulkan tersendatnya modal lancar untuk operasionalisasi usaha sehari-hari.
> Tidak menutup kemungkinan dengan berbagai penyebab konsumen tidak membayar produk yang sudah dibelinya.
> Pengusaha kecil tidak mampu menagih dengan berbagai alasan.
Banyak aktivitas usaha di mana kesinambungannya dapat terancam jika melakukan penjualan secara kredit. Usaha dengan margin keuntungan setiap unit produk yang terlalu kecil sangat rentan jika melakukan penjualan kredit. Pada jenis usaha ini agar kesinambungan usaha terjaga, maka harus mampu melakukan omzet penjualan yang besar setiap harinya. Jika ada satu unit saja dari produk yang dijualnya dilakukan pembayaran oleh konsumen secara kredit akan mengganggu aktiva lancar. Jika hal tersebut sering terjadi maka usaha tersebut tinggal menunggu saat kehancurannya tiba.

4) Menjual produk tidak sesuai pesanan
Banyak barang yang dihasilkan usaha kecil diproduksi secara tradisional. Peralatan yang digunakan cenderung sederhana. bahkan banyak barang diproduksi tanpa menggunakan alat sama sekali apalagi menggunakan mesin yang mutakhir. Hal ini pula yang mengakibatkan perbedaan antar jenis barang yang sama yang diproduksi baik oleh orang sama apalagi oleh orang yang berbeda. Tidak ada standard tetap atas suatu barang. Ini merupakan sifat dari barang yang dihasilkan tanpa menggunakan peralatan dan atau menggimakan peralatan tapi tidak memiliki standard yang baku.

Pernahkah Anda sebagai konsumen mencoba sepatu atau sandal yang dihasilkan pengusaha kecil di mana antara sepatu atau sandal sebelah kiri sedikit berbeda ukuran dengan yang sebelah kanan?

Pernahkah Anda memperhatikan beberapa buah krupuk yang diambil dari kotak krupuk yang sama dengan harga yang sama tetapi berbeda ukuran besarnya?

Pernahkah Anda memperhatikan 2 buah bingkai foto yang dipesan tetapi kedua bingkai foto tersebut memiliki warna sedikit berbeda, di mana bingkai foto yang satu warnanya lebih tua dari bingkai foto yang lainnya?

Pernahkah Anda memesan daun pintu atau jendela yang akan dipasang di rumah sendiri, tetapi setelah diterima temyata tidak sesuai dengan yang dipesan?

Pernahkah Anda kecewa saat menerima kartu nama yang dipesan tidak sesuai dengan harapan Anda walaupun pada akhirnya Anda tetap menerima kartu nama tersebut?
Konsumen pasti akan kecewa saat mereka menerima produk yang dipesannya tidak sesuai dengan yang diharapkan apalagi jika barang yang dipesan tersebut sebenarnya sudah dijamin oleh pembuatnya dengan contoh yang memang sudah disepakati bersama. Kekecewaan ini dapat berimbas buruk yang diterima pembuatnya karena konsumen bisa melakukan komplain atau bahkan mengembalikan barang tersebut dan menuntut uangnya dikembalikan.

5) Melebihi batas waktu yang disepakati
Peribahasa time is money sangat dipegang teguh oleh orang tertentu. Ini untuk menunjukkan bahwa waktu sangat penting bagi orang tersebut. Realita yang sering terjadi di kalangan usaha kecil ternyata waktu yang sangat berharga ini sering terabaikan. Pada kasus tertentu mungkin pengaruhnya tidak begitu kentara jika jadwal waktu ini tidak ada hubungannya dengan pihak lain. Sebaliknya akan menjadi hal yang sangat berbahaya jika jadwal waktu ini berkaitan dengan mitra kerja usaha kecil.

Pengusaha kecil tidak akan dipercaya oleh pemasok bahan baku jika pembayaran terhadap bahan baku tersebut sering terlambat. Pengusaha kecil tidak akan dipercaya oleh pelanggan jika penyelesaian produk yang dipesan jauh melewati. waktu yang telah disepakati bersama.
Para pengusaha kecil di Indonesia dapat mengambil pelajaran yang berharga dari para pengusaha yang ada di negara maju. Penjual makanan siap saji menjanjikan waktu paling lambat 3 menit untuk mengantarkan ke meja konsumen yang memesan makanan siap saji tersebut. Jika makanan yang dipesan melebihi 3 menit yang dijanjikan maka makanan tersebut tetap diberikan kepada konsumen, tetapi tanpa ada kewajiban membayar atau gratis.

Berbahaya jika keterlambatan waktu tersebut terjadi dalam hubungan dengan pembayaran cicilan pinjaman ke bank.

Sangat dikhawatirkan jika pengusaha tersebut sampai wan prestasi maka nama baiknya akan cacat bahkan dapat masuk data black list di Bank Indonesia.

6) Menjual hanya satu jenis produk
Ada keuntungan bagi pengusaha kecil yang memproduksi dan menjual satu jenis produk, yaitu dia dapat berkonsentrasi menangani produk tersebut. Dia akan lebih fokus menyusun dan mengaplikasikan berbagai strategi agar dapat menarik keuntungan dari produk tunggal yang diproduksi dan dijualnya tersebut.
Tetapi perlu dipahami bahwa selera konsuinen berubah-ubah dari waktu ke waktu sehingga dapat merugikan perusahaan jika pada saat konsumen sedang cenderung kepada produk lainnya yang merupakan substitusi dekat dengan produk yang dihasilkan perusahaan. Sehubungan dengan itu ada baiknya pengusaha kecil melakukan diversifikasi produk baik yang berkaitan maupun yang tidak berkaitan dengan produk utamanya.
Alangkah baiknya jika warung bakso sekaligus menjual minuman ringan. Di samping baksonya dibeli konsumen juga minuman ringannya akan turut dibeli. Tidak jarang konsumen yang datang ke warung bakso bukan untuk membeli bakso melainkan untuk membeli minuman ringan yang dijual di warung bakso tersebut, sambil menunggu temannya yang sedang makan bakso.

Alangkah baiknya jasa fotokopi disertai dengan penjualan alat tulis kantor. Pada saat permintaan terhadap jasa fotokopi sedikit, usaha tersebut masih dapat mengandalkan penjualan ATK-nya.


Sumber:
Suparyanto, R.W. 2012. Kewirausahaan: Konsep dan Realita pada Usaha Kecil. Bandung: Alfabeta. Hal.38-49.
Tag : teori
0 Comments for "Kelemahan Aspek Manajemen Pemasaran"

Berikan komentar anda [No Spam, No SARA, No Porn]. Terima kasih

Back To Top