Kelemahan Aspek Manajemen SDM

1) Sulit untuk mengatakan ”TIDAK"
Para pengusaha kecil Indonesia umumnya memiliki sifat dengan budaya orang Timur. Orang Timur dikenal sebagai orang yang menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan. Sangat disayangkan budaya ini sering diaplikasikan secara tidak tepat dalam aktivitas usaha sehari-hari.
Pengusaha kecil sering terlalu banyak pertimbangan saat harus menetapkan suatu keputusan bagi karyawannya. Dia mengetahui kelalaian yang dilakukan oleh karyawannya, tetapi untuk menegurnya secara tegas apalagi memberikan sanksi kepada karyawan tersebut sering tidak mampu dilakukan dengan alasan kasihan, tidak tega, mencari waktu yang tepat untuk menegurnya, susah mengungkapkannya, dan lain-lain.
Alasan yang paling sering ditemui mengapa tidak mau menegur karyawan yang sudah nyata-nyata berbuat salah adalah karena secara kebetulan karyawan tersebut masih memiliki hubungan saudara, teman, atau tetangga dan unsur nepotisme lainnya.

Banyak pengusaha kecil di Indonesia yang sulit berkata “TIDAK" jika ada saudara, teman, atau orang dekat lainnya yang menginginkan anaknya bekerja di perusahaan tempat pengusaha kecil tersebut. Walaupun sebenarnya anak itu tidak memiliki spesifikasi jabatan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan, atau sebenarnya perusahaan tidak memiliki lowongan pekerjaan, tapi karena merasa tidak enak hati terhadap saudara atau temannya tersebut akhirnya dia menerima juga anaknya sebagai karyawan baru.

2) Unsur keluarga masih sangat dominan
Pengusaha yang profesional adalah pengusaha yang fokus kepada upaya mencapai tujuan perusahaan. Profesionalisme sangat dituntut guna mendapatkan keuntungan yang optimal serta menjaga kesinambungan perusahaan yang tersebut. Pengusaha akan berpikir cermat dalam setiap kebijakan yang ditempuhnya untuk mencapai tujuan tersebut.
Jika seorang pengusaha sudah dihadapkan dengan urusan perusahaan yang berkaitan dengan kepentingan keluarga maka muncullah dilema. Pengusaha kecil akan menemukan masalah, mana yang harus dipenuhi apakah mengutamakan roda operasi perusahaan walaupun harus mengesampingkan kepentingan keluarga. Tidak sedikit pengusaha mengambil keputusan sebaliknya yaitu mengutamakan kepentingan keluarga walaupun akan membahayakan atau merugikan perusahaan.
Sejarah sudah banyak membuktikan bahwa orang yang sukses dalam usahanya cenderung menghabiskan waktu yang lebih banyak untuk fokus kepada urusan kemajuan perusahaan. Bagi mereka perusahaan tersebut sudah dirintis sekian lama dengan berbagai usaha dan pengorbanan. Mereka sering mengorbankan waktu untuk kepentingan perusahaan dan tentunya mengurangi waktu berkumpul, bercengkrama dengan anggota keluarga, dan mengurangi waktu mengisi waktu kosong . Mereka sering mengorban" dengan hal yang tidak ada hubungannya dengan perusahaan.

3) Semua tugas dilakukan sendiri
Sangat banyak pemilik usaha kecil, di mana semua aktivitas mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian dikerjakan dengan bertumpu kepada kemampuan sendiri.
Fungsi perencanaan SDM yaitu:
> Pengadaan tenaga kerja,
> Pengembangan tenaga kerja,
> Pemberian kompensasi,
> Program integrasi tenaga kerja,
> Pemeliharaan tenaga kerja,
> Pemutusan hubungan kerja.
Semua fungsi perencanaan SDM tersebut relatif dikerjakan sendiri. Hanya sebagian kecil saja dari tugas, wewenang, tanggung-jawab yang didistribusikan kepada karyawannya. Seakan-akan tidak ada karyawan yang mampu mengerjakan tugas. Keuntungan tipe pengusaha kecil yang seperti ini adalah dia akan merasakan tingkat kepuasan maksimum jika mampu mengerjakan segalanya sendiri. Keuntungan finansial yang diperoleh perusahaan pun akan dinikmati sendiri secara maksimum. Dia memperlihatkan kepada semua orang bahwa dia adalah seorang pengusaha dengan tipe pekerja keras sebagai manusia super.
Tetapi ingat jika perusahaan mengalami kerugian atau kemunduran sebenarnya itu karena kebodohannya. Bahkan jika karena terlalu capai akibatnya dia menjadi sakit, maka apalah artinya keuntungan yang diterima kalau harus. habis lagi dipergunakan untuk berobat ke rumah sakit.

4) Tidak mampu menanggapi umpan balik
Romantika kehidupan bewirausaha di mana pun tidak akan terlepas dari ketidakpuasan dari setiap orang yang ada di dalamnya. Kepuasan dan ketidakpuasan ini juga dirasakan oleh tetangga atau masyarakat yang berada di sekitar lokasi perusahaan.
Banyak cara orang mengungkapkan kepuasan dan ketidakpuasan khususnya kepada pihak manajemen perusahaan. Kepuasan sering diungkapkan berupa pujian dan loyalitas, misalnya berupa kesediaan menjadi pelanggan. Menanggapi hal ini, setiap manajemen perusahaan harus bijaksana dan profesional. Jangan terlena dan terlalu berbangga diri atas sanjungan karena dapat berubah berbalik menjadi kebencian dan cacian.

Sebaliknya orang yang merasa tidak puas terhadap sepak terjang dan kebijakan manajemen perusahaan, sering melampiaskan ketidakpuasannya dengan cara yang berbeda. Ada yang mengajak berdiskusi kepada pihak manajemen, ada yang memberi "surat kaleng", ada yang melakukan demonstrasi dengan mengerahkan massa, dan ada juga yang diam saja walaupun merasa tidak puas.


Pihak manajemen seyogyanya harus mawas diri menjadikan semua tanggapan dari pihak lain sebagai umpan balik yang akan menambah baik usaha yang dijalankan demi mencapai keuntungan dan kesinambungan perusahaan. 
Tag : teori
0 Comments for "Kelemahan Aspek Manajemen SDM "

Berikan komentar anda [No Spam, No SARA, No Porn]. Terima kasih

Back To Top